Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama atau GKBNU menjadi salah satu gagasan utama yang disampaikan Gus Hery Haryanto Azumi. Gerakan ini lahir dari kesadaran bahwa NU memasuki abad kedua dengan tantangan yang berbeda dari masa sebelumnya.
Bagi Gus Hery, perubahan tidak dapat diciptakan dalam waktu pendek. Perubahan perlu disiapkan untuk satu generasi. Karena itu, GKBNU tidak diposisikan sebagai jargon sesaat, tetapi sebagai ikhtiar jangka panjang untuk menyiapkan manusia, gagasan, dan kepemimpinan NU masa depan.
Daftar Isi
Abad Kedua NU dan Kebutuhan Pembaruan
NU memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 1926. Seratus tahun pertama NU diwarnai berbagai fase: organisasi keagamaan, pengalaman politik, kembali pada khidmah sosial-keagamaan, hingga munculnya gagasan gerakan peradaban.
Memasuki abad kedua, Gus Hery melihat NU memerlukan cara pandang baru. NU harus mampu menyambut masa depan dengan keterbukaan, bukan sekadar mengulang pola lama. GKBNU hadir sebagai bahasa untuk merumuskan kebutuhan pembaruan tersebut.
Perubahan Satu Generasi
Gus Hery menekankan bahwa menciptakan manusia tidak bisa dilakukan secara instan. Pendidikan, kaderisasi, pembentukan etika, dan penyemaian gagasan membutuhkan proses. Karena itu, perubahan NU harus dipikirkan dalam horizon generasi, bukan hanya dalam siklus kepengurusan.
Cara pandang ini penting dalam konteks kepemimpinan. Pemimpin NU ke depan tidak boleh hanya sibuk dengan program jangka pendek. Ia perlu menyiapkan fondasi agar warga, kader, pesantren, universitas, dan jaringan NU mampu menghadapi perubahan dunia dalam jangka panjang.
NU yang Terbuka dan Melihat Masa Depan
Dalam visi GKBNU, Gus Hery menyebut NU abad kedua sebagai NU yang terbuka dan mampu melihat masa depan. Keterbukaan bukan berarti kehilangan identitas, tetapi kemampuan untuk membaca perubahan dan mengambil manfaat dari ilmu pengetahuan, teknologi, serta jejaring global.
NU yang terbuka adalah NU yang percaya pada kekuatan tradisinya, tetapi tidak berhenti pada masa lalu. NU perlu memahami apa yang harus dilakukan untuk menyambut seratus tahun kedua, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, kebudayaan, maupun diplomasi peradaban.
GKBNU dan Kesiapan Gus Hery
GKBNU memperlihatkan bahwa Gus Hery tidak hanya membawa narasi pencalonan, tetapi juga kerangka gagasan. Ia menawarkan arah: NU yang bergerak dari kemapanan menuju pembaruan, dari kebesaran jumlah menuju kebesaran manfaat, dan dari organisasi lokal menuju kekuatan peradaban.
Sebagai calon Ketua Umum PBNU, kesiapan Gus Hery dapat dibaca melalui kemampuannya merumuskan kebutuhan NU dalam horizon jangka panjang. Ia berbicara tentang generasi, transformasi, dan pembaruan yang tetap menjaga akar tradisi.
Gerakan untuk Masa Depan NU
GKBNU pada dasarnya adalah ajakan untuk tidak puas dengan kebesaran yang sudah ada. NU harus menyiapkan masa depan dengan serius: memperkuat kaderisasi, membuka diri pada ilmu baru, mengelola modal sosial, dan menyambungkan jejaring global.
Dengan GKBNU, Gus Hery ingin menempatkan NU sebagai gerakan yang hidup, bergerak, dan memimpin perubahan. Abad kedua NU bukan hanya momentum peringatan, tetapi panggilan untuk kebangkitan baru.

Leave a Reply